Kamis, April 16, 2026
Masa

Komunitas Muaro Performix Art Gelar Forum “Ngaji Adat” Sebagai Laboratorium Kreatif

JAMBI – Komunitas Muaro Performix Art menggelar forum diskusi bertajuk “Ngaji Adat sebagai Laboratorium Kreatif: Eksplorasi Nilai Sastra Lisan dalam Pembelajaran Seni Kontekstual” di Balai Serba Guna RT 25, Komplek BTN Karya Indah, Pematang Sulur pada Rabu 8 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan riset dan pengembangan konsep karya yang dilakukan komunitas tersebut. Forum diskusi akan mengangkat tema “Tradisi sebagai Basis Ketahanan Psikososial: Dialog Adat dan Psikologi”.

Ketua Komunitas Muaro Performix Art, Andi Reza Pahlawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan merevitalisasi tradisi Ngaji Adat sebagai sumber nilai sekaligus bahan penciptaan karya seni kontekstual.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan psikososial yang semakin kompleks, mulai dari melemahnya relasi sosial, krisis identitas, hingga keterputusan dari nilai-nilai budaya lokal.

“Ngaji Adat sebagai tradisi lisan memiliki nilai etika, relasi sosial, dan mekanisme penyelesaian konflik yang masih relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Karena itu, perlu ruang dialog yang mempertemukan perspektif adat, psikologi, dan kajian budaya,” ujar Andi Reza Pahlawan.

Ia menambahkan, forum ini diharapkan dapat menggali, mengkaji, serta merumuskan kembali nilai-nilai Ngaji Adat agar lebih kontekstual dengan kehidupan generasi muda masa kini.

Adapun tujuan kegiatan ini meliputi mengidentifikasi nilai-nilai Ngaji Adat yang relevan dengan kondisi psikososial generasi muda, mengkaji peran tradisi dalam membangun ketahanan psikososial individu dan komunitas, merumuskan pendekatan transformasi nilai adat ke dalam bentuk karya seni, serta menjadi dasar konseptual dalam proses penciptaan karya pertunjukan.

Forum tersebut akan menghadirkan Agung Iranda, S.Psi., M.A., yang akan membahas relevansi nilai Ngaji Adat terhadap kondisi psikososial pelajar, perspektif tentang relasi sosial dan pembentukan karakter, serta konsep ketahanan psikososial berbasis komunitas.

Selain itu, narasumber Hafiful Hadi Sunliensyar, M.A., akan menguraikan struktur dan makna naskah tembo dalam Ngaji Adat, menjelaskan konteks historis dan simbolik tradisi, serta memberikan dasar interpretasi nilai adat.

Kegiatan ini juga didukung pembiayaan dari Kementerian Kebudayaan melalui Dana Indonesiana sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian tradisi lisan dan pengembangan seni berbasis budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, Muaro Performix Art berharap tradisi Ngaji Adat tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam pembelajaran seni serta penguatan karakter dan ketahanan psikososial generasi muda.

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.