MUARA SABAK – Sebagai wujud pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak menggelar kegiatan Panen Raya, Jumat (…).
Kegiatan ini merupakan hasil dari program pertanian dan perikanan berkelanjutan yang dikelola oleh warga binaan dengan pendampingan langsung petugas Lapas. Panen raya tersebut menghasilkan berbagai komoditas pangan, seperti pucuk ubi, pakcoy, ubi, jagung, pisang, serta ikan lele.
Seluruh hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal Lapas. Selain mengurangi ketergantungan pasokan dari luar, langkah ini juga menjadi kontribusi nyata Lapas Narkotika Muara Sabak dalam menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan secara mandiri.
Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, mengatakan panen raya ini merupakan implementasi arahan pimpinan serta bagian dari strategi pemasyarakatan yang produktif dan berorientasi pada pemberdayaan warga binaan.
“Panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Di saat yang sama, ini menjadi langkah konkret kami dalam mendukung ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan yang ada,” ujar Askari.
Ia menambahkan, program pertanian dan perikanan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Melalui kegiatan panen raya ini, Lapas Narkotika Muara Sabak menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan modern dalam mencetak warga binaan yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif. (*)










