JEJAKLOKA.COM, MUAROJAMBI- Tim dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.
Pada hari Rabu, 24 September 2025, tim yang terdiri dari Siti Kurniasih, Aulia Farida, Gina Fauzia, Zakiah, dan Vika Indah Rahayu melaksanakan kegiatan pengabdian dengan judul “Pengembangan Wirausaha Muda melalui Inisiasi Sekolah Peduli Pertanian” di SMK Asy’Ariyah Muaro Jambi, Pesantren Al-Muttaqin.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai respon terhadap kebutuhan mendesak akan hadirnya generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki keterampilan praktis di bidang pertanian. Mengingat sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia, upaya mendorong tumbuhnya wirausaha muda agribisnis menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah Muaro Jambi.
Program ini bertujuan untuk membekali para siswa dengan pengetahuan dasar kewirausahaan di bidang pertanian, kemampuan memanfaatkan lahan sekolah sebagai media belajar, serta keterampilan pemasaran sederhana dengan memanfaatkan teknologi digital. Dengan adanya inisiasi Sekolah Peduli Pertanian, diharapkan siswa dapat mengembangkan minat, motivasi, serta keberanian untuk terjun dalam dunia usaha, terutama yang berbasis pertanian.
Menurut Siti Kurniasih, ketua tim pengabdian, “Generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki pola pikir wirausaha. Pertanian bukan hanya sekadar bercocok tanam, tetapi juga bagaimana mengelola, memasarkan, dan menjadikan hasil pertanian sebagai sumber kesejahteraan. Oleh karena itu, sekolah harus menjadi ruang pembelajaran kewirausahaan yang kontekstual dan aplikatif.”
Kegiatan ini diawali dengan sesi pemaparan materi tentang pentingnya menjadi wirausaha muda di bidang pertanian. Para siswa diperkenalkan pada peluang-peluang usaha yang dapat digarap dari sektor pertanian, baik berupa produk segar maupun olahan, seperti keripik talas, bakso goreng, minuman herbal, hingga produk hasil perkebunan yang dikemas lebih modern.
Selanjutnya, tim pengabdian menyampaikan materi tentang strategi pemasaran sederhana yang dapat dilakukan oleh generasi muda. Dalam era digital saat ini, pemasaran tidak lagi terbatas pada metode konvensional, tetapi sudah merambah ke ranah online melalui media sosial (Instagram, Facebook, TikTok), e-commerce (Shopee, Tokopedia, Lazada), serta marketplace digital lainnya.
Pemaparan ini tidak hanya menjelaskan konsep, tetapi juga memberikan contoh konkret cara membuat akun bisnis, mengelola konten promosi, hingga strategi agar produk bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Tidak kalah penting, kegiatan ini juga menghadirkan sesi praktik sederhana mengenai pemanfaatan lahan sekolah untuk bercocok tanam. Lahan yang tersedia di sekolah dapat dijadikan laboratorium hidup untuk menanam sayuran, tanaman obat keluarga (TOGA), atau komoditas pertanian lain yang sesuai dengan kondisi lokal. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga berlatih bagaimana mengelola lahan secara mandiri, mulai dari tahap penanaman, perawatan, hingga panen.
Program pengabdian ini memberikan manfaat ganda. Pertama, siswa memperoleh pengetahuan praktis tentang kewirausahaan dan pemasaran digital yang relevan dengan perkembangan zaman. Kedua, siswa mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana mengelola lahan pertanian meskipun dalam skala kecil. Kombinasi antara teori dan praktik inilah yang menjadi kekuatan utama dari kegiatan ini.
Selain itu, program ini juga sejalan dengan visi Sekolah Peduli Pertanian, yaitu menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang peduli terhadap isu pangan, lingkungan, dan kemandirian ekonomi. Harapannya, dengan terbentuknya pola pikir agribisnis di kalangan siswa, akan lahir wirausaha muda yang berani mengambil peran dalam pembangunan sektor pertanian.
Menurut salah satu peserta, kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana pertanian bisa dikemas secara lebih modern dan menguntungkan. “Saya baru tahu kalau produk olahan sederhana bisa dipasarkan lewat Shopee atau TikTok Shop. Ternyata mudah dan bisa menghasilkan keuntungan,” ujar salah satu siswa dengan penuh antusias.
Salah satu penekanan utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya digitalisasi agribisnis. Pemanfaatan media sosial dan e-commerce diyakini mampu memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing, serta memberikan peluang bagi produk-produk lokal untuk dikenal lebih luas. Dalam konteks ini, siswa diajak untuk tidak hanya memproduksi, tetapi juga mampu membangun branding dan memanfaatkan platform digital sebagai alat promosi.
Menurut Aulia Farida, anggota tim pengabdian, “Digitalisasi membuka ruang bagi siapa saja, termasuk siswa di pesantren atau sekolah kejuruan, untuk memasarkan produk pertanian. Dengan strategi yang tepat, mereka bisa bersaing bahkan dengan produk-produk besar di pasaran.”
Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan. Tim dosen Agribisnis Fakultas Pertanian UNJA berkomitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan, baik dalam bentuk pelatihan keterampilan kewirausahaan, manajemen usaha, maupun pengelolaan pemasaran digital.
Dengan demikian, SMK Asy’Ariyah Muaro Jambi diharapkan dapat menjadi model sekolah yang peduli terhadap pertanian, sekaligus melahirkan wirausaha muda yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Sebagaimana ditegaskan oleh Gina Fauzia, “Kegiatan ini adalah titik awal. Ke depan, kami berharap sekolah dapat terus mengembangkan inisiatif ini, melibatkan siswa secara aktif, dan membangun jejaring dengan pihak luar untuk memperkuat usaha yang dirintis.
” Kegiatan “Pengembangan Wirausaha Muda melalui Inisiasi Sekolah Peduli Pertanian” menjadi bukti nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam membangun kapasitas generasi muda. Melalui pemaparan materi, praktik lapangan, serta pengenalan strategi pemasaran digital, siswa dibekali keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Program ini diharapkan menjadi pondasi bagi lahirnya wirausaha muda pertanian yang berdaya saing, berorientasi digital, dan peduli terhadap pembangunan ekonomi berbasis kemandirian. Dengan dukungan semua pihak, inisiatif ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat di Muaro Jambi dan sekitarnya.(*)










