Jambi – Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, resmi melantik jajaran pengurus DPW dan 11 DPD PAN se-Provinsi Jambi dalam sebuah agenda konsolidasi akbar yang digelar di Hotel Abadi Suite Kamis (30/4/2026).
Pelantikan tersebut meliputi pengurus DPW PAN Provinsi Jambi serta DPD PAN di 11 kabupaten/kota, yakni Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kota Jambi, Batanghari, Merangin, Sarolangun, Bungo, Tebo, Kerinci, Sungai Penuh, dan Muaro Jambi.
Ketua Umum.DPP PAN Zulkifli Hasan dalam arahannya menyampaikan refleksi perjalanan politik PAN di Jambi. Ia mengingatkan bahwa perjuangan panjang telah dilalui hingga meraih kemenangan saat ini.
“Tiga kali maju bersama dan kalah. Hari ini kita menang. PAN menunjukkan komitmen dan loyalitas terhadap perjuangan. Karena itu saya ingatkan, kader harus loyal dan berkomitmen pada perjuangan,” tegasnya.
Zulhas juga menekankan pentingnya swasembada pangan dan kedaulatan pangan sebagai bagian dari kehormatan bangsa.
Menurutnya, rakyat membutuhkan kemandirian, bukan sekadar bantuan.
“Swasembada pangan harus berdaulat karena menyangkut rakyat. Rakyat perlu kehormatan, bukan hanya bantuan. Kita harus membantu nelayan dan petani dalam peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia menyebut target produksi beras nasional mencapai 4,2 juta ton pada 2025–2026 dan berharap angka tersebut terus meningkat. Zulhas juga menegaskan kebijakan harga gabah minimal Rp6.500 per kilogram agar petani tidak dirugikan.
“Berjuang untuk diri sendiri itu hak, untuk keluarga itu hak, namun untuk rakyat itu kewajiban,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Zulhas juga mengapresiasi capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai telah mengentaskan ribuan hektare lahan dalam waktu satu setengah tahun masa kepemimpinan.
Ia pun menyampaikan pesan khusus kepada seluruh kader PAN yang baru dilantik.
“Saudara adalah pemimpin-pemimpin. Mari kita membuat sejarah bagi PAN. Ini peluang emas dan kesempatan besar untuk dimanfaatkan.
“Saya percaya yang dilantik hari ini bukan orang malas dan bukan yang minder, tetapi pemimpin hebat,” ujarnya.
Zulhas menambahkan bahwa kepemimpinan yang baik tidak hanya soal strategi dan taktik, tetapi juga kemampuan membangun kekuatan organisasi dan melahirkan calon-calon pemimpin serta caleg yang bekerja keras untuk rakyat.
“Pemimpin brilian adalah mereka yang mampu mencari dan melahirkan pemimpin-pemimpin baru, petarung, pekerja keras, dan berani,” tegasnya.
Menutup arahannya, Zulhas mengucapkan selamat bekerja kepada seluruh pengurus yang dilantik.
“Selamat bekerja dan selamat bertugas untuk mewujudkan cita-cita Asta Cita. Jadilah matahari yang selalu menyinari dan tidak pernah ingkar dengan waktu,” pungkasnya.(*)










