Jumat, Juni 12, 2026
Naskah

DINAMIKA DEMOKRASI LOKAL PADA PILKADA KOTA JAMBI TAHUN 2024

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Demokrasi merupakan system pemerintahan yang memberikan hak kepada masyarakat untuk menentukan pemimpin serta ikut berpartisipasi dalam proses politik. Di Indonesia, demokrasi diwujudkan melalui pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah (Pilkada). Pelaksanaan demokrasi di tingkat daerah menjadi salah satu indikator penting keberhasilan demokrasi nasional.

Kota Jambi menjadi salah satu daerah yang memiliki dinamika demokrasi lokal yang menarik untuk dikaji. Pada pelaksanaan Pilkada 2024, Kota Jambi menghadapi berbagai tantangan seperti rendahnya partisipasi pemilih,meningkatnya golongan putih (golput), pengaruh media sosial dalam pembentukan opini publik, serta munculnya konflik antar pendukung politik.

Berdasarkan penelitian dari Repository Universitas Jambi, tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kota Jambi mengalami penurunan dari 69,54% pada Pilkada 2018 menjadi 62,63% pada Pilkada 2024. Penurunan ini menunjukkan adanya penurunan kepercayaan masyarakat terhadap aktor politik dan proses demokrasi.

Selain itu, KPU Kota Jambi sebelumnya menargetkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 86-87% pada Pilkada 2024, namun target tersebut tidak tercapai. Jumlah pemilih di Kota Jambi sendiri tercatat sekitar 459 ribu jiwa.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa praktik demokrasi lokal di Kota Jambi masih menghadapi berbagai persoalan, baik dari sisi partisipasi politik masyarakat maupun kualitas pendidikan politik. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk melihat bagaimana praktik demokrasi berlangsung di Kota Jambi serta konflik sosial-politik yang muncul dalam proses tersebut.

Rumusan Masalah:

1. Bagaimana praktik demokrasi lokal di Kota Jambi pada Pilkada 2024?

2. Apa Faktor yang menyebabkan rendahnya partisipan politik masyarakat di Kota Jambi?

3. Bagaimana pengaruh media sosial terhadap dinamika demokrasi lokal di Kota Jambi?

Tujuan Penulisan:

1. Untuk mengetahui praktik demokrasi lokal di Kota Jambi

2. Untuk menganalisis faktor rendahnya partisipasi politik masyarakat

3. Untuk memahami pengaruh media sosial dalam demokrasi lokal di Kota Jambi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Memahami Demokrasi dan Konflik

Demokrasi adalah sistem pemerintahan yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi. Menurut Abraham Lincoln, demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dalam praktik demokrasi, masyarakat memiliki hak untuk memilih pemimpin, menyampaikan pendapat, dan mengawasi jalannya pemerintahan. Di Indonesia, demokrasi diwujudkan melalui pemilu dan Pilkada yang dilakukan secara langsung.

Namun, demokrasi juga sering memunculkan konflik sosial dan politik. Konflik tersebut dapat muncul akibat perbedaan pilihan politik, kepentingan kelompok, politik identitas, hingga penyebaran hoaks di media sosial. Dalam konteks demokrasi lokal, konflik biasanya muncul menjelang Pilkada ketika persaingan antar kandidat semakin kuat.

Menurut penelitian tentang Pilkada di Jambi, media sosial memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan opini publik dan partisipasi politik masyarakat. Namun, media sosial juga menjadi sarana penyebaran berita palsu dan kampanye negatif yang memicu konflik antar pendukung politik.

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Desain Riset

Studi Literatur dari jurnal, artikel, dan berita terkait Pilkada Kota Jambi

3.2 Fokus Kasus

Fokus penelitian ini adalah dinamika demokrasi lokal pada Pilkada 2024 di Kota Jambi, khususnya mengenai tingkat partisipasi pemilih, pengaruh media sosial, dan konflik politik di masyarakat.

 

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Analisis Praktik Demokrasi di Kota Jambi

Praktik demokrasi di Kota Jambi menunjukkan bahwa masyarakat cukup aktif mengikuti perkembangan politik daerah, terutama melalui media sosial. Kampanye politik banyak dilakukan melalui platform seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube.

Penelitian mengenai Pilkada Jambi 2024 menunjukkan bahwa media sosial menjadi sarana utama masyarakat memperoleh informasi politik. Facebook dan Instagram masing-masing digunakan oleh sekitar 35% masyarakat sebagai sumber informasi politik Pilkada. Namun, tingginya penggunaan media sosial juga menimbulkan dampak negative seperti penyebaran hoaks, propaganda politik, serta meningkatnya perdebatan antar pendukung calon kepala daerah.

Selain itu, tingkat partisipasi pemilih . di Kota Jambi mengalami penurunan. Berdasarkan penelitian Universitas Jambi, partisipasi pemilih pada Pilkada 2024 hanya mencapai 62,63%, turun dibanding Pilkada 2018 yang mencapai 69,54%.

Penurunan partisipasi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:

Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap politik.

Kurangnya sosialisasi politik yang efektif.

Ketidakpuasan terhadap kandidat politik.

Rendahnya kesadaran politik masyarakat.

 

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa pada Pemilukada Kota Jambi 2020 tingkat partisipasi masyarakat hanya mencapai 65,1%, masih jauh dari target KPU sebesar 77,5%.

4.2 Dinamika Demokrasi Lokal di Kota Jambi

Dinamika demokrasi lokal di Kota Jambi terlihat dari meningkatnya aktivitas politik masyarakat menjelang Pilkada. Banyak masyarakat mulai aktif berdiskusi mengenai politik, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Namun, demokrasi lokal juga diwarnai oleh berbagai konflik sosial-politik seperti:

Perdebatan antar pendukung calon.

Penyebaran berita palsu (hoaks).

Politik identitas.

Kampanye negatif di media sosial.

KPU Kota Jambi bersama pemerintah daerah berupaya meningkatkan partisipasi politik masyarakat, khususnya pemilih pemula. Pemerintah Kota Jambi melakukan pendidikan politik kepada pelajar dan mahasiswa agar mereka memahami pentingnya menggunakan hak pilih dalam Pilkada.

Selain itu, penelitian tentang strategi KPU Kota Jambi menunjukkan bahwa pemilih pemula menjadi kelompok penting dalam demokrasi lokal karena jumlahnya cukup besar. Akan tetapi, rendahnya kesadaran politik dan ketidakpercayaan terhadap sistem politik masih menjadi hambatan utama.

Dari hasil mini riset sederhana yang dilakukan, sebagian masyarakat Kota Jambi menganggap bahwa demokrasi sudah memberikan kebebasan berpendapat, tetapi praktik politik masih dipengaruhi oleh kepentingan elite politik dan kampanye yang kurang sehat.

BAB VP PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, praktik demokrasi lokal di Kota Jambi pada Pilkada 2024 menunjukkan adanya partisipasi masyarakat yang cukup aktif, terutama melalui media sosial. Namun, tingkat partisipasi pemilih mengalami penurunan dibanding Pilkada sebelumnya.

Rendahnya partisipasi politik masyarakat dipengaruhi oleh menurunnya kepercayaan terhadap politik, kurangnya pendidikan politik, serta pengaruh kampanye negatif dan hoaks di media sosial.

Media sosial memiliki pengaruh besar terhadap demokrasi lokal di Kota Jambi. Di satu sisi media sosial membantu meningkatkan akses informasi politik, tetapi di sisi lain juga memicu konflik antar pendukung dan penyebaran informasi palsu.

Dengan demikian, demokrasi lokal di Kota Jambi masih membutuhkan peningkatan pendidikan politik, literasi digital, dan pengawasan terhadap penyebaran hoaks agar proses demokrasi berjalan lebih sehat dan berkualitas.

5.2 Saran

Pemerintah dan KPU perlu meningkatkan pendidikan politik kepada masyarakat, khususnya pemilih muda. Masyarakat harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan menyaring informasi politik. Penegakan hukum terhadap penyebaran hoaks dan politik uang perlu diperkuat. Tokoh masyarakat dan mahasiswa perlu ikut menjaga stabilitas demokrasi lokal agar tidak terjadi konflik sosial akibat perbedaan pilihan politik.

DAFTAR PUSTAKA

Miriam Budiardjo. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

Ramlan Surbakti. 2010. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo.

Affan Gaffar. 2006. Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Repository Universitas Jambi. Dinamika Partisipasi Pemilih pada

Pilkada Kota Jambi Tahun 2024.” ([Jambi University Repository][1])

Jurnal Penelitian dan Pengabdian. “Efektivitas Pelaksanaan Sosialisasi Pemilu pada

Pemilukada Kota Jambi Tahun 2020.” ([Online Journal Universitas Jambi][5])

Journal of Politica Governo. “Dinamika Komunikasi Politik dan Partisipasi Politik pada Pilgub

Jambi 2020.” ([ResearchGate][3]) ANTARA Jambi. “Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula di Kota Jambi.” ([ANTARA News Jambi][6])

Related Posts

Load More Posts Loading...No More Posts.